5 Dalil Judi Poker Online Dalam Pandangan Islam

Judi poker online merupakan sebuah permainan, dimana pemain bertaruh untuk memilih salah satu pilihan diantara beberapa pilihan yang ada. Namun hanya ada satu pilihan yang benar. Sehingga hanya akan ada satu orang pemenang. Kemudian orang yang kalah harus memberikan taruhan kepada pemenang. Taruhan biasanya ditentukan di awal permainan.

Tapi tahukah kamu? Bahwa judi merupakan sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Kenapa bisa demikian? Yuk, intip penjelasannya berdasarkan dalil-dalil judi dalam pandangan Islam berikut ini.

Dosa Judi Digandengkan dengan Khamr, Berkorban Untuk Berhala dan Mengundi Nasib

Dalam Al Maidah ayat 90 dinyatakan  dengan jelas bahwa judi merupakan perbuatan yang haram. Keharaman dari judi pun tidak perlu ditanyakan lagi. Allah telah menyatakan dan menggandeng judi dengan meminum khamr ( minuman beralkohol ) yang sudah sangat jelas hukum dosanya.

Meminum khamr dapat membuat manusia kehilangan akal sehat yang dimilikinya. Hal ini dapat menuntun manusia ke dalam perbuatan yang mengarah ke dosa lainnya. Sehingga hukum dosa bagi orang yang meminum khamr sangat besar. Dikarenakan judi telah digandengkan dengan khamr, maka dosa yang diakibatkan dari judi sama besarnya dengan dosa dari minum khamr.

Allah Memerintahkan Untuk Menjauhi Judi Dikarenakan Judi Dapat Menimbulkan Permusuhan di antara Manusia

Menurut perintah Allah ada 4 hal yang harus dijauhi oleh manusia, yaitu khamr, al anshab, al azlam dan judi. Oleh karena judi termasuk ke dalam 4 hal tersebut, maka selain kamu harus menjauhi judi, kamu juga disarankan untuk tidak mendekati tukang judi. Apalagi sampai berteman dan mencintainya. Bahkan kamu tidak boleh mengasihaninya. Ini ditujukan agar kehormatan, agama serta aqidahmu  akan selamat.

Bermain poker adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan dalam mengisi waktu yang kosong, jika anda serius mencari idn poker online terpercaya, silahkan bergabung bersama duitceme.com

Selain itu dengan menjauhi judi, kamu telah menghindari permusuhan di antara sesamamu. Seperti halnya yang tertulis di dalam Al Maidah ayat 91. Di situ dijelaskan bahwa setan memiliki suatu maksud atau tujuan untuk menyesatkan manusia. Caranya adalah dengan menebarkan kebencian di antara umat manusia, setelah terjebak ke dalam lingkaran meminum khamr dan judi.

Judi Merupakan Amalan Setan

Judi adalah suatu kegiatan yang menjadi amalan setan. Padahal semua yang menjadi amalan setan adalah perbuatan yang haram. Sehingga judi merupakan perbuatan yang haram. Seperti yang tertulis dalam dalil-dalil berikut ini.

  1. Fathir : 6

Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa setan adalah musuh manusia. Untuk itu kita harus menjauhinya. Terlebih setan hanya berusaha mengajak manusia menjadi satu golongan dengannya. Kemudian mengajaknya menjadi bagian dari penghuni neraka.

  1. Al A’raf : 27

Pada surat ini berisikan peringatan kepada manusia. Peringatan ini ditujukan agar manusia tidak kembali jatuh ke dalam bujuk rayu setan. Seperti halnya yang telah terjadi kepada ibu dan bapa umat manusia, yaitu adam dan hawa.

  1. An Naas : 1-6

Dalam surat ini ditulis, bahwa manusia hanya berlindung kepada Tuhan yang memelihara serta melindungi umat manusia. Untuk itu manusia hanya boleh menyembah Tuhan yang berperan sebagai Raja umat manusia. Selain itu manusia harus menolak dan menangkal semua bisikan setan yang dapat mengotori akal, budi serta pikiran. Terlebih bisikan yang mampu mengotori hati manusia. 

Itulah ayat-ayat yang berisikan dalil yang menyatakan setan adalah musuh manusia. Sehingga usahakan untuk menjauhi semua yang termasuk ke dalam amalan setan. Termasuk judi.

Judi sering disebut dengan nama rijs ( najis )

Allah biasanya menyebut  berhala dengan nama rijs. Sedangkan judi juga sering disebut rijs. Ini menandakan bahwa berjudi sama artinya dengan menyembah berhala. Dalam istilah rijs sendiri memiliki arti najis. Berikut ini adalah dalil yang menyebutkan bahwa berhala harus dijauhi. Seperti halnya dikutip dari Al Hajj : 30 yang mengatakan bahwa berhala itu najis hukumnya.

Judi Memunculkan Sifat Saling Membenci

Seperti halnya yang telah tertulis dalam surat Al Imran ayat 103, dalam ayat ini, kita diingatkan bahwa nikmat dari Allah, telah diberikan kepada manusia sejak masa Jahiliyah. Masa dimana manusia masih saling bermusuhan satu dengan yang lainnya. Di sini Allah telah menyelamatkan kita dari panasnya api neraka.

Di ayat ini, juga dapat  diambil kesimpulan, bahwa Allah telah menyelamatkan jiwa kita dari yang awalnya terpecah belah dan bermusuhan. Lalu mana mungkin kita harus mengorbankan nikmat Allah tersebut dengan melakukan judi. Dimana judi sendiri dapat menimbulkan sifat benci.

Sifat untuk membenci ini dapat timbul dengan seiring permainan judi. Seperti halnya, ketika kita kalah saat bermain judi. Maka tanpa kita sadari, setan akan mulai melakukan aksinya. Dia akan menghasut kita membenci orang yang membuat kita kalah dalam judi.