Dilematik Undang-Undang Perjudian Keluaran Hk di Era Digital

Dilematik Undang-Undang perjudian di Era Digital- Bicara tentang judi, pasti bicara tentang perputaran uang yang besar di dalam sana. Judi, tidak bisa dipungkiri memiliki andil yang besar dalam pembangunan. Contoh nyata tentang judi yang berkontribusi dengan pembangunan adalah SDSB atau disingkat dari Sumbangan dermawan sosial berhadiah. Ada masanya Indonesia pernah melegalkan sistem judi yang diterapkan diseluruh Indonesia. Sistemnya terlihat undian, namun sebenarnya ini perjudian.

SDSB mula-mula berasal dari taruhan yang dibuat oleh KONI untuk cabang olahraga, lalu kemudian taruhan itu mengalami peralihan dan berganti wajah, tapi tetap saja dalamnya sama. Mengatasnamakan sumbangan, sejatinya adalah perjudian. Tahun 1993, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghapus SDSB serta mendesak membuat Undang-Undang perjudian. Ketika SDSB dihapus, maka judi legal sudah tiada, dan kini judi dianggap sebagai kegiatan ilegal.

Undang-Undang perjudian memang memuat tentang larangan judi, dan hukuman bagi orang yang pelaku perjudian. Hukumannya 4 tahun penjara. Namun, pada Undang-Undang yang lain pun menjelaskan, bahwa judi tidak akan ditindak hukum bila memiliki ijin dari penguasa berwenang. Tampaknya ini dimanfaatkan oleh tempat-tempat hiburan untuk mendapat ijin melakukan tindakan judi legal, biasanya tempat judi ini terdapat di hote-hotel atau tempat hiburan malam.

Ketika Judi Merambah Dunia Internet

Apa yang terjadi ketika judi sampai pada dunia internet, atau dunia maya. Akses judi bukan sekedar sekelompok orang lagi, namun sudah menyentuh banyak kalangan. Lihat saja, iklan-iklan situs judi yang mudah sekali dilihat dan ditayangkan pada blog, pada situs-situs, pada youtube, menggoda para netter untuk mengunjunginya. Bonus-bonus dan iming-iming uang dalam jumlah besar, iming-iming kemudahan untuk meraih kemenangan, membuat orang, setidaknya mencoba sekali mengujungi situs keluaran hk tersebut.

Undang-Undang perjudian seolah tidak menjadi sesuatu yang menakutkan. Tidak bisa menjadi kontrol. Larangan judi dilanggar sedemikian rupa. Membuat pemerintah geram. Kemeninfo melakukan blokir pada situs-situs judi. Hebatnya, tanpa efek jera, situs tersebut berkloning, menjelma dalam domain yang berbeda, namun masih dengan fitur situs yang sama. Polisi pun tidak bertindak tegas, angin-anginan. Mereka beralasan tidak didukung dengan Undang-Undang yang kuat. Lalu, lahirlah UU ITE.

Harusnya UU ITE mampu mendukung Undang-Undang berjudian sebelumnya. Tapi, seolah Undang-Undang itu mandul dihadapan situs-situs judi online. Alasan yang sering dikemukakan, karena situs tersebut menggunakan situs luar negeri, sehingga sulit untuk dilacak kebeadaan pemiliknya. Dan pemilik situs judi tersebut, melenggang tanpa tersentuh hukum. Hidup nyaman dengan harta yang mereka dapat dari mengelola situs tersebut.

Beberapa memang berhasil diciduk polisi, dibawa beserta barang bukti, para pelaku judi. Namun, itu hanya pelaku yang ditangkap, bukan bandarnya. Bandar tetap saja bebas merdeka. Betapa tidak adilnya perlakukan hukum bagi para penjudi. Sepertinya larangan berjudi di Indonesia masih kalah oleh tingginya arus informasi yang terus masuk tanpa bisa dihindari. Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar besar bagi bandar-bandar situs judi online.

Judi Penyakit Masyarakat

Jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa, dengan tingkat ekonomi yang tidak merata menjadi salah satu alasan banyak orang yang ingin kaya secara cepat. Walau larangan berjudi sudah dibuat pemerintah, sampai sengaja membuat Undang-Undang perjudian sendiri. Sudah diancam dengan pidana dan denda, tetap saja banyak para pemain nekat. Alasannya mudah, orang bisa memainkan judi di dalam rumah sendiri. di smartphone milik sendiri, sehingga kalau melacak apakah mereka berjudi atau tidak, polisi harus memasang pelacak khusus di IP address pemain.

Sulit kalau hanya memberikan larangan berupa Undang-Undang perjudian saja. Perlu tindakan khusus dan kesadaran dari masyarakat sendiri tentang bahaya judi. Judi merupakan penyakit masyarakat, perlu keseriusan khusus untuk menegakkan larangan berjudi di Indonesia.

Cara Membuat Masyarakat Sadar Dampak Buruk Judi

PR besar bagi pemerintah untuk mensosialisasikan tentang bahaya dampak judi. Sebenarnya Agama sudah melarang bentuk-bentuk judi karena memang judi bisa merusak sendi-sendi bermasyarakat. Bayangkan, suami bisa menjual anak istri karena kalah judi. Orang bisa terlibat hutang rentenir karena main judi. Sesungguhnya judi lebih banyak keburukannya.

Yang patut dilakukan untuk menyadarkan masyarakat adalah dengan menanamkan nilai nilai agama selain menegakkan Undang-Undang perjudian. Karena Indonesia merupakan negara yang berlandaskan agama, menegakkan hukum agama secara kaffah adalah salah satu jalan terbaik untuk mengedukasi masyarakat bahaya judi. Sekolah-sekolah perlu mengajarkan bahwa judi hukumnya haram, dan merusak sendi dan nilai moralitas di dalam masyarakat.

Tegakkan hukum lebih tegas lagi terhadap Undang-Undang perjudian. Kuatkan kemeninfo dengan orang-orang IT yang mumpuni. Blokir semua situs judi yang merajalela di dunia maya. Tindak tegas, lacak pemiliknya dan tangkap. Jerat dengan hukum sesuai Undang-Undang yang ada. Jangan mau dan mudah disuap. Perlu aparat yang mumpuni dan memiliki niat baik. menjalankan amanat Undang-Undang yang ada.

Perberat hukuman pelaku perjudian, terutama untuk Bandar. Sita semua asetnya sehingga bandar tidak bisa berkutik. Untuk itu pastinya diperlukan penambahan Undang-Undang perjudian yang baru, atau Undang-Undangnya diperkuat dengan tambahan UU lain, misalnya dengan membuat UU ITE tentang perjudian.

Sosialiasikan tentang bahaya judi sampai ke tingkat desa. Yang sering terjadi di Indonesia adalah lemahnya edukasi pada masyarakat. Padahal untuk melakukan sosialisasi tidak sulit. Gunakan jaringan internet untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Judi memang menggiurkan, dan mudah membuat orang terperosok ke dalam lembah hitam. Namun bila negara hadir dengan memperkuat Undang-Undang perjudian, memperkuat UU  ITE tentang praktek perjudian, memperkuat kesadaran masyarakat, tidak memberikan izin bentuk perjudian apapun, niscaya angka perjudian bisa ditekan.